KONSTURISASI TAMPILAN
Sedang
MENU UTAMA
← KEMBALI KE RINGKASAN

Yesus bin Sirakh

Bab 34 : 1-26

1 Harapan sia-sia yang memper dayakan bagi orang tumpul adanya, dan mimpi hanya membingungkan orang yang pandir. 2 Sama seperti orang yang menangkap bayangan dan memburu-buru angin adalah orang yang mengukuhi mimpi. 3 Penglihatan dalam mimpi adalah suatu cerminan: di depan roman muka nampaklah gambarannya. 4 Bagaimana dari yang najis dapat datang yang tahir, dan bagaimana dari dusta dapat lahir kebenaran? 5 Tenung, nujum dan mimpi adalah sia-sia belaka, dan sama seperti yang dibayangkan hati wanita yang sedang bersalih.

6 Apabila tidak dikirim dari Yang Mahatinggi sebagai kunjungannya, jangan menaruh perhatian kepadanya. 7 Mimpi sudah menyesatkan banyak orang, dan yang percaya kepadanya tergelincuh karenanya. 8 Sebaliknya hukum Taurat akan dipenuhi tanpa tipu daya, dan kebijaksanaan di mulut yang dapat dipercaya menjadi sempurna. Percayalah pada Tuhan 9 Orang yang banyak perjalanannya, banyak pula pengetahuannya, dan yang banyak pengalamannya mengucapkan pengertian. 10 Qrang yang tidak berpengalaman hanya mengetahui sedikit, sedangkan orang yang banyak perjalanannya mengumpulkan kecerdikan besar.

11 Banyaklah yang telah kulihat dalam segala perjalananku, dan aku mengerti lebih banyak dari pada dapat kukatakan. 12 Kerapkali aku di dalam bahaya maut, tetapi diselamatkan dari padanya berkat pengalamanku itu. 13 Roh orang yang takut akan Tuhan akan hidup, sebab harapannya tertaruh pada Dia yang menyelamatkannya. 14 Barangsiapa takut akan Tuhan tidak kuatir terhadap apapun, dan tidak menaruh ketakutan sebab Tuhanlah pengharapannya. 15 Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan. Kepada siapakah ia berpegang dan siapakah sandarannya?

16 Mata Tuhan tertuju kepada orang yang cinta kepada-Nya. Tuhan menjadi perisai kuat dan sandaran yang kokoh, naungan terhadap angin yang panas dan perlindungan terhadap panas terik siang hari, penjagaan sehingga tidak tersandung dan pertolongan sehingga tidaklah runtuh. 17 Tuhan menegakkan hati dan menerangi mata, memberi kesembuhan, hidup serta berkat. Korban gadungan 18 Orang yang mempersembahkan korban dari barang yang diperoleh dengan tidak adil hanya mencemoohkan; memang persembahan kaum fasik tidak diperkenan. 19 Yang Mahatinggi tidak berkenan pada persembahan orang fasik dan dosa tidak diampuni-Nya karena korban berlimpah-limpah. 20 Sama seperti orang yang menyembelih anak di depan mata ayahnya, demikianlah orang yang mempersembahkan korban dari milik orang miskin.

21 Roti orang yang kekurangan adalah kehidupan bagi kaum miskin; barangsiapa merampasnya mengisap darah. 22 Merampas nafkah sesamanya sama saja dengan membunuhnya, dan barangsiapa menahan upah buruhnya menumpahkan darah. 23 Apabila yang satu membangun dan yang lain merombak, apa gerangan hasil mereka kecuali jerih payah? 24 Kalau yang satu berdoa dan yang lain mengutuk, suara siapa gerangan mesti didengarkan Tuhan? 25 Apabila seseorang membasuh dirinya habis menyentuh mayat, lalu menyentuhnya lagi, apa gerangan gunanya pembasuhan baginya?

26 Demikianpun halnya seseorang yang berpuasa demi dosa-dosanya, lalu pergi melakukan yang sama pula! Siapakah akan mendengarkan doanya, dan untuk apa ia merendahkan dirinya?

Teks Alkitab bersumber dari imankatolik.or.id. Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber.