KONSTURISASI TAMPILAN
Sedang
MENU UTAMA
← KEMBALI KE RINGKASAN

Yesus bin Sirakh

Bab 20 : 1-31

1 Ada teguran yang tidak tepat pada waktunya, dan ada orang yang berdiam diri dan justru dialah arif. 2 Betapa lebih baiknya menegur dari pada bergeram. 3 Barangsiapa mengakui bersalah akan terluput dari kerugian. 4 Seperti seorang kebiri yang ingin memperkosa seorang gadis, demikianlah orang yang dengan kekerasan memaksakan hukum 5 Ada pendiam yang kedapatan bijaksana, dan ada orang yang dibenci karena obrolannya.

6 Ada orang yang diam karena tidak tahu menjawab, tetapi ada pula yang diam karena mengindahkan waktunya. 7 Orang bijak berdiam diri sampai pada saatnya, sedangkan pembual dan orang bodoh membiarkan waktu tepat berlalu. 8 Barangsiapa banyak bicara akan disegani orang, dan dibencilah orang yang menyalahgunakan wewenangnya untuk bicara. 9 Boleh jadi orang berhasil gemilang dalam kemalangan, dan ada kalanya barang yang ditemukan sebenarnya kehilangan. 10 Ada pemberian yang tidak menguntungkan kepadamu sama sekali, tetapi juga ada pemberian yang dua kali lipat balasannya.

11 Ada kalanya orang direndahkan karena kemuliaannya, tetapi ada juga orang yang dapat mengangkat kepalanya setelah direndahkan. 12 Ada orang yang membeli banyak dengan sedikit, namun membayar tujuh lipat. 13 Dengan perkataannya orang bijak membuat dirinya disayang, sedangkan keramahan orang bodoh sia-sia belaka. 14 Pemberian dari orang pandir tidak berfaedah bagimu, sebab bukan satu melainkan banyaklah matanya. 15 Sebab hanya sedikitlah yang diberinya, namun banyak mencela, dan ia angkat bicara seperti pencanang; hari ini ia meminjamkan dan besok dimintanya kembali. Dibencilah orang semacam itu.

16 Orang bodoh berkata: Tidak ada kawari padaku, dan aku tidak mendapat terima kasih bagi amal-amalku; 17 orang yang makan rotiku busuklah lidahnya." Betapa sering dan betapa banyak orang mencemoohkannya! 18 Lebih baiklah jatuh tergelincuh karena lantai dari pada karena lidah; demikianpun keruntuhan kaum jahat datang dengan amat cepatnya. 19 Orang yang tidak menyenangkan adalah sama seperti cerita yang tidak pada waktu tepat dan yang diulang-ulang oleh mulut orang biadab. 20 Amsal dari mulut orang bodoh diabaikan, sebab tidak diucapkannya tepat pada waktunya.

21 Boleh jadi orang menahan diri dari berdosa karena miskin, maka dalam istirahatnyapun hatinya tidak terganggu juga. 22 Ada orang yang membinasakan dirinya karena malu, dan jatuh binasa karena memandang orang bodoh. 23 Ada orang yang karena malu berjanji-janji kepada kawan dan begitu menjadikannya lawan tanpa alasan. 24 Suatu noda yang buruk ialah dusta; senahtiasa terdapat dalam mulut orang biadab. 25 Lebih baiklah seorang pencuri dari pada orang yang berdusta terus, namun kedua-duanya mendapat kebinasaan sebagai warisan.

26 Kebiasaan pembohong adalah suatu keaiban, dan malunya selalu melekat kepadanya. 27 Barangsiapa yang bijak dalam bicara memajukan dirinya, dan para pembesar berkenan akan manusia yang arif. 28 Orang yang mengolah tanah menimbun panenannya, dan barangsiapa berkenan kepada para pembesar dapat memulihkan kelaliman. 29 Sumbangan dan pemberian menyilaukan rnata orang bijak, dan seperti sumbat dalam mulut mendiamkan teguran. 30 Kebijaksanaan tersembunyi dan harta terpendam, apa gunanya kedua-duanya?

31 Lebih baiklah orang yang menyembunyikan kebodohannya dari pada yang menyembunyikan kebijaksanaannya.

Teks Alkitab bersumber dari imankatolik.or.id. Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber.