KONSTURISASI TAMPILAN
Sedang
← KEMBALI KE RINGKASAN

Ayub

Bab 41 : 1-31

1 (40-20) "Dapatkah engkau menarik buaya dengan kail, atau mengimpit lidahnya dengan tali? 2 (40-21) Dapatkah engkau mengenakan tali rotan pada hidungnya, mencocok rahangnya dengan kaitan? 3 (40-22) Mungkinkah ia mengajukan banyak permohonan belas kasihan kepadamu, atau berbicara dengan lemah lembut kepadamu? 4 (40-23) Mungkinkah ia mengikat perjanjian dengan engkau, sehingga engkau mengambil dia menjadi hamba untuk selama-lamanya? 5 (40-24) Dapatkah engkau bermain-main dengan dia seperti dengan burung, dan mengikat dia untuk anak-anakmu perempuan?

6 (40-25) Mungkinkah kawan-kawan nelayan memperdagangkan dia, atau membagi-bagikan dia di antara pedagang-pedagang? 7 (40-26) Dapatkah engkau menusuki kulitnya dengan serampang, dan kepalanya dengan tempuling? 8 (40-27) Letakkan tanganmu ke atasnya! Ingatlah pertarungannya! ?Engkau takkan melakukannya lagi! 9 (40-28) Sesungguhnya, harapanmu hampa! Baru saja melihat dia, orang sudah terbanting. 10 (41-1) Orang yang nekatpun takkan berani membangkitkan marahnya. Siapakah yang dapat bertahan di hadapan Aku?

11 (41-2) Siapakah yang menghadapi Aku, yang Kubiarkan tetap selamat? Apa yang ada di seluruh kolong langit, adalah kepunyaan-Ku. 12 (41-3) Aku tidak akan berdiam diri tentang anggota-anggota badannya, tentang keperkasaannya dan perawakannya yang tampan. 13 (41-4) Siapakah dapat menyingkapkan pakaian luarnya? Baju zirahnya yang berlapis dua, siapakah dapat menembusnya? 14 (41-5) Siapa dapat membuka pintu moncongnya? Di sekeliling giginya ada kengerian. 15 (41-6) Punggungnya adalah perisai-perisai yang bersusun, terlekat rapat seperti meterai.

16 (41-7) Rapat hubungannya yang satu dengan yang lain, sehingga angin tidak dapat masuk; 17 (41-8) yang satu melekat pada yang lain, bertautan tak terceraikan lagi. 18 (41-9) Bersinnya menyinarkan cahaya, matanya laksana merekahnya fajar. 19 (41-10) Dari dalam mulutnya keluar suluh, dan berpancaran bunga api. 20 (41-11) Dari dalam lubang hidungnya mengepul uap bagaikan dari dalam belanga yang mendidih dan menggelegak isinya.

21 (41-12) Nafasnya menyalakan bara, dan nyala api keluar dari dalam mulutnya. 22 (41-13) Di dalam tengkuknya ada kekuatan; ketakutan berlompatan di hadapannya. 23 (41-14) Daging gelambirnya berlekatan, melekat padanya, tidak tergerak. 24 (41-15) Hatinya keras seperti batu, keras seperti batu kilangan bawah. 25 (41-16) Bila ia bangkit, maka semua yang berkuasa menjadi gentar, menjadi bingung karena ketakutan.

26 (41-17) Bila ia diserang dengan pedang, ia tidak mempan, demikian juga dengan tombak, seligi atau lembing. 27 (41-18) Besi dirasanya seperti jerami, tembaga seperti kayu lapuk. 28 (41-19) Anak panah tidak dapat menghalau dia, batu umban seolah-olah berubah padanya menjadi jerami. 29 (41-20) Gada dianggapnya jerami dan ia menertawakan desingan lembing. 30 (41-21) Pada bagian bawahnya ada tembikar yang runcing; ia membujur di atas lumpur seperti pengeretan pengirik.

31 (41-22) Lubuk dibuatnya berbual-bual seperti periuk, laut dijadikannya tempat memasak campuran rempah-rempah.

Teks Alkitab bersumber dari imankatolik.or.id. Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber.